Anthony de Mello, S.J., dalam bukunya yang berjudul
"AWARENESS" menjelaskan tentang KESADARAN, tentang bagaimana kita
menjadi orang yang SADAR, tidak terus-menerus TIDUR dan terjebak oleh ilusi
dalam menjalani hidup ini.
Penjelasannya sangat dalam, menyentuh hal-hal yang sangat mendasar tentang "jati diri manusia". Kadang saking mendalamnya, penjelasannya sulit saya fahami. Namun kadang jika saya memahami sesuatu hal (tentang diri saya) dalam buku ini, saya sering berseru dalam hati, "Wow ini luar biasa!"
Berikut salah satu bahasan dalam buku ini yang bisa kita jadikan bahan renungan. "Bila anda menggantungkan kebahagiaan anda kepada orang lain, hal berikutnya yang akan anda lakukan, baik secara sadar maupun tidak sadar adalah MENUNTUT orang lain melakukan sesuatu untuk kebahagiaan anda. Akibat berikutnya akan muncul rasa takut: takut kehilangan, takut terasing, takut penolakan, saling menguasai. CINTA SEJATI menyingkirkan rasa takut. Bila ada cinta maka tidak ada keharusan, tidak ada tuntutan, tidak ada ketergantungan. Saya tidak menuntut anda untuk berbuat sesuatu demi kebahagiaan saya; kebahagiaan saya tidak terletak dalam diri anda. Bila suatu saat anda meninggalkan saya, saya tidak akan menyesali diri saya; saya sangat menikmati kebersamaan dengan anda, tetapi saya tidak menggantungkan diri saya kepada anda."
Saya masih belum memahami dengan baik makna uraian di atas. Saya juga masih sulit memahami kalimat berikut, "CINTA SEJATI menyingkirkan rasa takut. Bila ada cinta maka tidak ada keharusan, tidak ada tuntutan, tidak ada ketergantungan."

Penjelasannya sangat dalam, menyentuh hal-hal yang sangat mendasar tentang "jati diri manusia". Kadang saking mendalamnya, penjelasannya sulit saya fahami. Namun kadang jika saya memahami sesuatu hal (tentang diri saya) dalam buku ini, saya sering berseru dalam hati, "Wow ini luar biasa!"
Berikut salah satu bahasan dalam buku ini yang bisa kita jadikan bahan renungan. "Bila anda menggantungkan kebahagiaan anda kepada orang lain, hal berikutnya yang akan anda lakukan, baik secara sadar maupun tidak sadar adalah MENUNTUT orang lain melakukan sesuatu untuk kebahagiaan anda. Akibat berikutnya akan muncul rasa takut: takut kehilangan, takut terasing, takut penolakan, saling menguasai. CINTA SEJATI menyingkirkan rasa takut. Bila ada cinta maka tidak ada keharusan, tidak ada tuntutan, tidak ada ketergantungan. Saya tidak menuntut anda untuk berbuat sesuatu demi kebahagiaan saya; kebahagiaan saya tidak terletak dalam diri anda. Bila suatu saat anda meninggalkan saya, saya tidak akan menyesali diri saya; saya sangat menikmati kebersamaan dengan anda, tetapi saya tidak menggantungkan diri saya kepada anda."
Saya masih belum memahami dengan baik makna uraian di atas. Saya juga masih sulit memahami kalimat berikut, "CINTA SEJATI menyingkirkan rasa takut. Bila ada cinta maka tidak ada keharusan, tidak ada tuntutan, tidak ada ketergantungan."

KATA PENGANTAR
Tony de Mello pada suatu kesempatan bersama-sama dengan teman-temannya diminta untuk berkata satu atau dua kata tentang misi dari usahanya. Dia berdiri, lalu membagikan suatu cerita yang nantinya akan dia ceritakan beberapa kali pada konferensi-konferensi olehnya. yang juga akan anda kenali lewat buku karangannya "Burung Berkicau". Secara mengagetkan, dia berkata bahwa cerita ini sesuai dengan saya.
"Seseorang menemukan sebuah telur elang, Dan meletakkanya pada sebuah sarang ayam. Sang elang kecil menetas bersama-sama dengan anak-anak ayam yang lain, lalu tumbuh bersama dengan mereka. Seumur hidupnya elang itu berlaku sesuai dengan kelakuan ayam-ayam yang lain, berpikir bahwa dia adalah seekor ayam. Dia mengais-ngais tanah untuk mencari cacing dan serangga. dia berkotek seperti mereka. dan dia akan mengibas-ngibaskan sayapnya dan terbang beberapa kaki saja. Tahun demi tahun berlalu dan elang itu telah menjadi sangat tua. Suatu hari elang itu melihat seekor burung yang sangat elok diatas langit yang jernih. burung itu meluncur dengan indahnya diatas langit, diantara tiupan angin yang keras, hampir tanpa mengepakkan sayap emasnya yang indah. Sang elang tua melihat dengan penuh rasa kagum dan bertanya "Siapakah itu?"
"Itu adalah elang, raja dari burung," sahut ayam di sebelahnya. "Ia adalah milik langit, dan kita adalah milih tanah - kita adalah ayam." maka elang itu hidup dan mati sebagai seekor ayam. karena dia berpikir bahwa itulah dia.
mengagetkan? membanggakan? pada mulanya saya merasa telah dihina! Apakah dia di muka publik menyamakan saya dengan seekor ayam? secara logika, iya, dan juga, tidak. Menghina? tidak mungkin. itu bukanlah sesuatu yang akan dilakukan oleh Tony. Apa yang dilakukan oleh Tony adalah bahwa dia memberitahu saya dan orang-orang lainnya bahwa dimatanya saya adalah seekor "Elang keemasan" yang tidak mengetahui kemampuannya untuk terbang tinggi di langit. Cerita ini membuat saya mengerti tolok ukur orang itu, cintanya dan penghormatannya kepada orang lain yang sejati dengan tetap mengatakan kebenaran. Tentang hal inilah pekerjaan orang itu, membuat orang lain bangun, sadar terhadap realitas kebesaran mereka sendiri. Buku ini adalah Anthony de Mello sendiri yang sedang berada di puncaknya, sedang mengumandangkan pesan "awareness" "kesadaran" memperlihatkan sinar cemerlang kita kepada diri kita sendiri dan kepada orang lain. membuat kita sadar bahwa kita jauh lebih baik dari yang kita tahu. Buku ini menggambarkan Tony sedang berkarya, fokus pada hal itu dengan dialog-dialog secara aktif dan interaktif. menyentuh semua topik yang akan menghidupkan hati dan perasaan mereka yang mendengarkannya.
Tetap menjaga jiwa dari kata-kata yang diucapkan secara langsung olehnya. dan tetap mempertahankan spontanitasnya terhadap peserta aktif, menuangkannya kedalam sebuah tulisan adalah suatu tugas yang saya hadapi setelah kematiannya. Terima kasih kepada support yang saya nikmati dari George McCauley S.J., Joan Brady, John Culkin, dan orang-orang lain yang terlalu banyak untuk disebutkan secara satu-per-satu, berjam-jam yang menarik, menghibur, dan menantang dari komunikasi yang dilakukan oleh Tony secara langsung kepada orang-orang telah dapat dinikmati dalam halaman-halaman di depan. Nikmatilah buku ini, biarkan setiap kata-kata merasuk kedalam jiwamu, dan dengarkanlah-sesuai dengan apa yang disarankan oelh Tony- dengan hatimu. Dengarkanlah cerita-ceritanya, dan engkau akan dapat mendengarkan cerita hati anda sendiri. biarkan saya meninggalkan anda sendiri dengan Tony-pemandu spiritual-seorang teman untuk seumur hidup.
Tony de Mello pada suatu kesempatan bersama-sama dengan teman-temannya diminta untuk berkata satu atau dua kata tentang misi dari usahanya. Dia berdiri, lalu membagikan suatu cerita yang nantinya akan dia ceritakan beberapa kali pada konferensi-konferensi olehnya. yang juga akan anda kenali lewat buku karangannya "Burung Berkicau". Secara mengagetkan, dia berkata bahwa cerita ini sesuai dengan saya.
"Seseorang menemukan sebuah telur elang, Dan meletakkanya pada sebuah sarang ayam. Sang elang kecil menetas bersama-sama dengan anak-anak ayam yang lain, lalu tumbuh bersama dengan mereka. Seumur hidupnya elang itu berlaku sesuai dengan kelakuan ayam-ayam yang lain, berpikir bahwa dia adalah seekor ayam. Dia mengais-ngais tanah untuk mencari cacing dan serangga. dia berkotek seperti mereka. dan dia akan mengibas-ngibaskan sayapnya dan terbang beberapa kaki saja. Tahun demi tahun berlalu dan elang itu telah menjadi sangat tua. Suatu hari elang itu melihat seekor burung yang sangat elok diatas langit yang jernih. burung itu meluncur dengan indahnya diatas langit, diantara tiupan angin yang keras, hampir tanpa mengepakkan sayap emasnya yang indah. Sang elang tua melihat dengan penuh rasa kagum dan bertanya "Siapakah itu?"
"Itu adalah elang, raja dari burung," sahut ayam di sebelahnya. "Ia adalah milik langit, dan kita adalah milih tanah - kita adalah ayam." maka elang itu hidup dan mati sebagai seekor ayam. karena dia berpikir bahwa itulah dia.
mengagetkan? membanggakan? pada mulanya saya merasa telah dihina! Apakah dia di muka publik menyamakan saya dengan seekor ayam? secara logika, iya, dan juga, tidak. Menghina? tidak mungkin. itu bukanlah sesuatu yang akan dilakukan oleh Tony. Apa yang dilakukan oleh Tony adalah bahwa dia memberitahu saya dan orang-orang lainnya bahwa dimatanya saya adalah seekor "Elang keemasan" yang tidak mengetahui kemampuannya untuk terbang tinggi di langit. Cerita ini membuat saya mengerti tolok ukur orang itu, cintanya dan penghormatannya kepada orang lain yang sejati dengan tetap mengatakan kebenaran. Tentang hal inilah pekerjaan orang itu, membuat orang lain bangun, sadar terhadap realitas kebesaran mereka sendiri. Buku ini adalah Anthony de Mello sendiri yang sedang berada di puncaknya, sedang mengumandangkan pesan "awareness" "kesadaran" memperlihatkan sinar cemerlang kita kepada diri kita sendiri dan kepada orang lain. membuat kita sadar bahwa kita jauh lebih baik dari yang kita tahu. Buku ini menggambarkan Tony sedang berkarya, fokus pada hal itu dengan dialog-dialog secara aktif dan interaktif. menyentuh semua topik yang akan menghidupkan hati dan perasaan mereka yang mendengarkannya.
Tetap menjaga jiwa dari kata-kata yang diucapkan secara langsung olehnya. dan tetap mempertahankan spontanitasnya terhadap peserta aktif, menuangkannya kedalam sebuah tulisan adalah suatu tugas yang saya hadapi setelah kematiannya. Terima kasih kepada support yang saya nikmati dari George McCauley S.J., Joan Brady, John Culkin, dan orang-orang lain yang terlalu banyak untuk disebutkan secara satu-per-satu, berjam-jam yang menarik, menghibur, dan menantang dari komunikasi yang dilakukan oleh Tony secara langsung kepada orang-orang telah dapat dinikmati dalam halaman-halaman di depan. Nikmatilah buku ini, biarkan setiap kata-kata merasuk kedalam jiwamu, dan dengarkanlah-sesuai dengan apa yang disarankan oelh Tony- dengan hatimu. Dengarkanlah cerita-ceritanya, dan engkau akan dapat mendengarkan cerita hati anda sendiri. biarkan saya meninggalkan anda sendiri dengan Tony-pemandu spiritual-seorang teman untuk seumur hidup.
Tentang BANGUN
Spiritualitas adalah tentang bangun. Hampir semua orang, meskipun mereka tidak menyadarinya, sedang tertidur. Mereka dilahirkan tertidur, mereka hidup tertidur, mereka menikah dalam tidur, mereka melahirkan anak dalam tidur, mereka meninggal dalam tidur, tanpa pernah sekalipun terbangun. Mereka tidak pernah mengerti keindahan dan kecantikan dari hal yang kita sebut sebagai eksistensi manusia.
Anda tahu, semua ahli kebatinan, baik dari Katholik, Kristen, Non-Kristen, tidak peduli apa kepercayaan mereka, tidak peduli apa Agama mereka, semuanya setuju dengan suara bulat, bahwa segalanya itu baik-baik saja, segalanya baik-baik saja. Meskipun semuanya berantakan. segalanya baik-baik saja. Memang benar-benar paradoks yang aneh. Tetapi tragisnya hampir semua orang tidak akan pernah dapat melihat jikalau semuanya itu baik-baik saja, karena mereka sedang tertidur. Mereka sedang bermimpi buruk.
Tahun lalu dalam sebuah terlevisi Spanyol, saya mendengar sebuah cerita tentang seorang lelaki yang mengetuk pintu kamar anaknya. "Jaime," dia berkata, "Bangunlah!" Jaime menjawab, "Saya tidak mau bangun Papa." sang ayah berteriak, "Bangunlah, engkau harus pergi ke sekolah." Jaime menjawab, "Saya tidak mau pergi ke sekolah." "Mengapa tidak?" sang ayah bertanya. "Tiga alasan." kata Jaime. "Pertama, karena sangat membosankan; kedua, anak-anak meledek saya; ketiga, saya benci sekolah."
dan ayahnyapun menjawab "Ok, saya akan memberi kamu tiga alasan, mengapa engkau harus pergi ke sekolah. Pertama, karena itu adalah tanggung jawabmu; kedua, karena engkau berusia 45 tahun; Dan ketiga, karena engkau adalah seorang kepala sekolah."
Bangunlah, bangunlah! engkau telah dewasa, engkau terlalu besar untuk tertidur, bangunlah! Berhenti bermain-main dengan mainanmu. Kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari Taman Kanak-Kanak, tetapi jangan percayai mereka. Apa yang mereka mau engkau lakukan hanyalah untuk memperbaiki mainan mereka, "Kembalikan Istri saya, kembalikan pekerjaan saya, kembalikan uang saya, kembalikan reputasi saya, kembalikan sukses saya." Inilah yang mereka mau; mereka hanya menginginkan mainan mereka diganti. Itu saja. Bahkan seorang Psikolog yang terbaik akan mengatakan kepadamu bahwa orang-orang sebenarnya tidak ingin untuk disembuhkan. Yang mereka inginkan hanyalah pelegaan, peringan sakit; penyembuhan itu menyakitkan.
Anda tahu? terbangun itu tidak menyenangkan. anda sedang merasa baik-baik dan PW (posisi wenaak) di ranjang anda. akan sangat mengganggu untuk terbangun. Karena itulah seorang guru yang bijaksana tidak akan pernah berusaha untuk membangunkan orang. Saya berharap saya akan bertindak bijaksana disini dan tidak melakukan usaha apapun untuk membangunkan anda jika anda sedang tertidur, itu sama sekali bukanlah urusan saya, meskipun saya mengatakan kepada anda dari waktu ke waktu "Bangunlah!" keperluan saya hanyalah untuk melakukan urusan saya, untuk membawakan tarian saya, jika anda terbantu oleh karenanya, baiklah; jika tidak, sayang sekali! seperti kata-kata orang Arab "Sifat alamiah dari hujan adalah sama, tetapi dapat menyebabkan semak berduri tumbuh di rawa-rawa, dan bunga-bunga di taman.
Spiritualitas adalah tentang bangun. Hampir semua orang, meskipun mereka tidak menyadarinya, sedang tertidur. Mereka dilahirkan tertidur, mereka hidup tertidur, mereka menikah dalam tidur, mereka melahirkan anak dalam tidur, mereka meninggal dalam tidur, tanpa pernah sekalipun terbangun. Mereka tidak pernah mengerti keindahan dan kecantikan dari hal yang kita sebut sebagai eksistensi manusia.
Anda tahu, semua ahli kebatinan, baik dari Katholik, Kristen, Non-Kristen, tidak peduli apa kepercayaan mereka, tidak peduli apa Agama mereka, semuanya setuju dengan suara bulat, bahwa segalanya itu baik-baik saja, segalanya baik-baik saja. Meskipun semuanya berantakan. segalanya baik-baik saja. Memang benar-benar paradoks yang aneh. Tetapi tragisnya hampir semua orang tidak akan pernah dapat melihat jikalau semuanya itu baik-baik saja, karena mereka sedang tertidur. Mereka sedang bermimpi buruk.
Tahun lalu dalam sebuah terlevisi Spanyol, saya mendengar sebuah cerita tentang seorang lelaki yang mengetuk pintu kamar anaknya. "Jaime," dia berkata, "Bangunlah!" Jaime menjawab, "Saya tidak mau bangun Papa." sang ayah berteriak, "Bangunlah, engkau harus pergi ke sekolah." Jaime menjawab, "Saya tidak mau pergi ke sekolah." "Mengapa tidak?" sang ayah bertanya. "Tiga alasan." kata Jaime. "Pertama, karena sangat membosankan; kedua, anak-anak meledek saya; ketiga, saya benci sekolah."
dan ayahnyapun menjawab "Ok, saya akan memberi kamu tiga alasan, mengapa engkau harus pergi ke sekolah. Pertama, karena itu adalah tanggung jawabmu; kedua, karena engkau berusia 45 tahun; Dan ketiga, karena engkau adalah seorang kepala sekolah."
Bangunlah, bangunlah! engkau telah dewasa, engkau terlalu besar untuk tertidur, bangunlah! Berhenti bermain-main dengan mainanmu. Kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari Taman Kanak-Kanak, tetapi jangan percayai mereka. Apa yang mereka mau engkau lakukan hanyalah untuk memperbaiki mainan mereka, "Kembalikan Istri saya, kembalikan pekerjaan saya, kembalikan uang saya, kembalikan reputasi saya, kembalikan sukses saya." Inilah yang mereka mau; mereka hanya menginginkan mainan mereka diganti. Itu saja. Bahkan seorang Psikolog yang terbaik akan mengatakan kepadamu bahwa orang-orang sebenarnya tidak ingin untuk disembuhkan. Yang mereka inginkan hanyalah pelegaan, peringan sakit; penyembuhan itu menyakitkan.
Anda tahu? terbangun itu tidak menyenangkan. anda sedang merasa baik-baik dan PW (posisi wenaak) di ranjang anda. akan sangat mengganggu untuk terbangun. Karena itulah seorang guru yang bijaksana tidak akan pernah berusaha untuk membangunkan orang. Saya berharap saya akan bertindak bijaksana disini dan tidak melakukan usaha apapun untuk membangunkan anda jika anda sedang tertidur, itu sama sekali bukanlah urusan saya, meskipun saya mengatakan kepada anda dari waktu ke waktu "Bangunlah!" keperluan saya hanyalah untuk melakukan urusan saya, untuk membawakan tarian saya, jika anda terbantu oleh karenanya, baiklah; jika tidak, sayang sekali! seperti kata-kata orang Arab "Sifat alamiah dari hujan adalah sama, tetapi dapat menyebabkan semak berduri tumbuh di rawa-rawa, dan bunga-bunga di taman.
Apakah saya bisa membantu anda dalam retret ini
Apakah anda berpikir jika saya akan membantu siapapun? Tidak, oh tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!
Jangan mengharapkan saya untuk bermaksud membantu siapapun, atau saya bermaksud untuk merusak siapapun. Jika anda rusak, andalah yang melakukannya; dan jika anda terbantu, anda sendirilah yang melakukannya. Sungguh, anda sendirilah yang melakukannya! Apakah anda berpikir jika orang lain membantu anda? Tidak. Apakah anda berpikir jika orang menyupport anda? Tidak.
Ada seorang wanita di sebuah grup terapi yang saya bawakan dulu. Dia adalah seorang suster religius. Dia berkata kepada saya, "Saya merasa saya tidak disupport oleh atasan saya." jadi saya bertanya "Apa maksud anda?" diapun berkata "Mmm, atasan saya, pejabat provinsial, tidak pernah datang di novisiat dimana saya bertanggungjawab, tidak pernah, dia tidak pernah sekalipun mengucapkan satu kata penghargaan kepada saya" lalu saya berkata kepadanya "Ok, mari kita melakukan permainan peran. Anggap saja saya mengenal pejabat provinsial atasan kamu. Anggap saja saya tahu persis apa yang dia pikirkan tentang kamu. Maka saya akan berkata kepada kamu (sedang berperan sebagai atasan provinsial), 'Mary, anda tahu, alasan mengapa saya tidak pernah datang ke tempat kamu, adalah karena tempat kamu adalah satu-satunya tempat di provinsi ini yang bebas masalah. Saya tahu engkau bertugas disitu, jadi saya yakin semuanya baik-baik saja.' Bagaimana perasaan anda sekarang?" Dia berkata "Saya merasa bangga sekali." Lalu saya berkata kepadanya "Ok, bisakah anda meninggalkan ruangan ini sejenak barang semenit dua menit, ini adalah bagian dari latihan" Dan dia lalu keluar. Ketika dia sedang berada di luar, saya berkata kepada peserta terapi lain, "Saya masih berperan sebagai atasan provinsial, OK? Mary diluar itu adalah pemimpin novis yang paling buruk yang pernah saya tahu di provinsi ini. Sebenarnya, alasan saya tidak pernah mengunjungi novisiat adalah karena saya tidak tega untuk melihat sendiri apa yang dia lakukan, pokoknya benar-benar mengerikan. Dan jika saya mengatakan yang sebenarnya kepadanya, itu hanya akan membuat novis-novis semakin menderita saja, Kita sedang mencari orang lain untuk menggantikan dia dalam waktu setahun atau dua tahun lagi; kita sedang melatih seseorang, dan sementara itu, saya akan mengatakan hal-hal postitif tadi untuk memastikan bahwa dia akan tetap menjalankan tugasnya. Bagaimana menurut anda sekalian?" mereka semua menjawab, "Yah, memang hanya itulah yang bisa anda lakukan dalam kondisi seperti itu" lalu saya menyuruh Mary masuk ke dalam grup, dan bertanya apakah dia masih merasa bangga, "Oh, tentu saja," dia menjawab. Mary yang malang! Dia berpikir bahwa dia sedang disupport padahal dia tidak.
Intinya adalah bahwa hampir semua hal yang kita rasakan dan kita pikirkan kita ciptakan sendiri di dalam kepala kita, temasuk didalamnya adalah perihal dibantu orang lain. Apakah anda berpikir anda membantu orang lain karena anda sedang jatuh cinta kepada mereka? Hmm, saya punya berita untuk anda. Anda tidak pernah jatuh cinta kepada siapapun. Anda hanya sedang jatuh cinta kepada prasangka dan gambaran harapan anda terhadap orang itu. Ambillah semenit untuk berpikir tentang hal itu: Anda tidak pernah jatuh cinta kepada siapapun juga, Anda hanya sedang jatuh cinta kepada ide prasangka anda terhadap orang itu. bukankah itu adalah bagaimana anda jatuh cinta? pemikiran anda berubah bukan? "Mengapa engkau mengecewakan saya ketika saya benar-benar mempercayai kamu?" Anda berkata kepada seseorang. Apakah anda benar-benar mempercayai mereka? Anda tidak pernah mempercayai siapapun juga, sadarilah! Itu hanyalah sebagian dari cuci otak masyarakat . Engkau tidak pernah mempercayai seseorang, Engkau hanya mempercayai penilaian atau pertimbangan anda terhadap orang tersebut. jadi apakah yang anda keluhkan? mungkinkah fakta bahwa engkau tidak suka berkata "Penilaianku buruk sekali" Hal itu sangatlah tidak menyanjung diri bukan? maka anda memilih untuk berkata "Mengapa engkau tega mengecewakan aku?"
Jadi inilah sebenarnya: orang sama sekali tidak ingin untuk menjadi dewasa, orang sama sekali tidak mau berubah, orang sama sekali tidak mau menjadi berbahagia. Seseorang yang bijaksana pernah berkata kepada saya, "Jangan mencoba untuk membuat mereka berbahagia, engkau hanya akan mendapatkan masalah. Jangan pernah mencoba untuk mengajari seekor babi untuk bernyanyi, perbuatan itu hanya menghabiskan waktumu, dan itu membuat babi itu terganggu." Seperti seorang pebisnis yang memasuki sebuah bar, duduk, dan melihat seseorang dengan pisang di telinganya -Sebuah pisang di telinganya! dan dia berpikir "Apakah saya seharusnya memberitahu dia. Tidak, itu bukanlah urusan saya." tetapi pikiran itu mengganggu dia. Jadi setelah minum sekali dua kali, ia berkata kepada orang itu "Permisi, ah, ada pisang di telinga kamu." Orang itu berkata "Apa?" Pebisnis itu mengulangi perkataanya "Ada pisang di telinga kamu." Lagi orang itu berkata "Apa tadi itu?" "Ada pisang di telingamu!" pebisnis itu berteriak. "Bicara lebih keras" orang itu berkata "Ada pisang di telinga saya!"
Percuma saja, "Menyerahlah, menyerahlah." aku berkata begitu kepada diri saya sendiri. Katakanlah maksudmu, dan keluarlah dari situ. Dan jika mereka mendapatkan keuntungan, baiklah, jika tidak, ya sudah sayang sekali!.
Apakah anda berpikir jika saya akan membantu siapapun? Tidak, oh tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!
Jangan mengharapkan saya untuk bermaksud membantu siapapun, atau saya bermaksud untuk merusak siapapun. Jika anda rusak, andalah yang melakukannya; dan jika anda terbantu, anda sendirilah yang melakukannya. Sungguh, anda sendirilah yang melakukannya! Apakah anda berpikir jika orang lain membantu anda? Tidak. Apakah anda berpikir jika orang menyupport anda? Tidak.
Ada seorang wanita di sebuah grup terapi yang saya bawakan dulu. Dia adalah seorang suster religius. Dia berkata kepada saya, "Saya merasa saya tidak disupport oleh atasan saya." jadi saya bertanya "Apa maksud anda?" diapun berkata "Mmm, atasan saya, pejabat provinsial, tidak pernah datang di novisiat dimana saya bertanggungjawab, tidak pernah, dia tidak pernah sekalipun mengucapkan satu kata penghargaan kepada saya" lalu saya berkata kepadanya "Ok, mari kita melakukan permainan peran. Anggap saja saya mengenal pejabat provinsial atasan kamu. Anggap saja saya tahu persis apa yang dia pikirkan tentang kamu. Maka saya akan berkata kepada kamu (sedang berperan sebagai atasan provinsial), 'Mary, anda tahu, alasan mengapa saya tidak pernah datang ke tempat kamu, adalah karena tempat kamu adalah satu-satunya tempat di provinsi ini yang bebas masalah. Saya tahu engkau bertugas disitu, jadi saya yakin semuanya baik-baik saja.' Bagaimana perasaan anda sekarang?" Dia berkata "Saya merasa bangga sekali." Lalu saya berkata kepadanya "Ok, bisakah anda meninggalkan ruangan ini sejenak barang semenit dua menit, ini adalah bagian dari latihan" Dan dia lalu keluar. Ketika dia sedang berada di luar, saya berkata kepada peserta terapi lain, "Saya masih berperan sebagai atasan provinsial, OK? Mary diluar itu adalah pemimpin novis yang paling buruk yang pernah saya tahu di provinsi ini. Sebenarnya, alasan saya tidak pernah mengunjungi novisiat adalah karena saya tidak tega untuk melihat sendiri apa yang dia lakukan, pokoknya benar-benar mengerikan. Dan jika saya mengatakan yang sebenarnya kepadanya, itu hanya akan membuat novis-novis semakin menderita saja, Kita sedang mencari orang lain untuk menggantikan dia dalam waktu setahun atau dua tahun lagi; kita sedang melatih seseorang, dan sementara itu, saya akan mengatakan hal-hal postitif tadi untuk memastikan bahwa dia akan tetap menjalankan tugasnya. Bagaimana menurut anda sekalian?" mereka semua menjawab, "Yah, memang hanya itulah yang bisa anda lakukan dalam kondisi seperti itu" lalu saya menyuruh Mary masuk ke dalam grup, dan bertanya apakah dia masih merasa bangga, "Oh, tentu saja," dia menjawab. Mary yang malang! Dia berpikir bahwa dia sedang disupport padahal dia tidak.
Intinya adalah bahwa hampir semua hal yang kita rasakan dan kita pikirkan kita ciptakan sendiri di dalam kepala kita, temasuk didalamnya adalah perihal dibantu orang lain. Apakah anda berpikir anda membantu orang lain karena anda sedang jatuh cinta kepada mereka? Hmm, saya punya berita untuk anda. Anda tidak pernah jatuh cinta kepada siapapun. Anda hanya sedang jatuh cinta kepada prasangka dan gambaran harapan anda terhadap orang itu. Ambillah semenit untuk berpikir tentang hal itu: Anda tidak pernah jatuh cinta kepada siapapun juga, Anda hanya sedang jatuh cinta kepada ide prasangka anda terhadap orang itu. bukankah itu adalah bagaimana anda jatuh cinta? pemikiran anda berubah bukan? "Mengapa engkau mengecewakan saya ketika saya benar-benar mempercayai kamu?" Anda berkata kepada seseorang. Apakah anda benar-benar mempercayai mereka? Anda tidak pernah mempercayai siapapun juga, sadarilah! Itu hanyalah sebagian dari cuci otak masyarakat . Engkau tidak pernah mempercayai seseorang, Engkau hanya mempercayai penilaian atau pertimbangan anda terhadap orang tersebut. jadi apakah yang anda keluhkan? mungkinkah fakta bahwa engkau tidak suka berkata "Penilaianku buruk sekali" Hal itu sangatlah tidak menyanjung diri bukan? maka anda memilih untuk berkata "Mengapa engkau tega mengecewakan aku?"
Jadi inilah sebenarnya: orang sama sekali tidak ingin untuk menjadi dewasa, orang sama sekali tidak mau berubah, orang sama sekali tidak mau menjadi berbahagia. Seseorang yang bijaksana pernah berkata kepada saya, "Jangan mencoba untuk membuat mereka berbahagia, engkau hanya akan mendapatkan masalah. Jangan pernah mencoba untuk mengajari seekor babi untuk bernyanyi, perbuatan itu hanya menghabiskan waktumu, dan itu membuat babi itu terganggu." Seperti seorang pebisnis yang memasuki sebuah bar, duduk, dan melihat seseorang dengan pisang di telinganya -Sebuah pisang di telinganya! dan dia berpikir "Apakah saya seharusnya memberitahu dia. Tidak, itu bukanlah urusan saya." tetapi pikiran itu mengganggu dia. Jadi setelah minum sekali dua kali, ia berkata kepada orang itu "Permisi, ah, ada pisang di telinga kamu." Orang itu berkata "Apa?" Pebisnis itu mengulangi perkataanya "Ada pisang di telinga kamu." Lagi orang itu berkata "Apa tadi itu?" "Ada pisang di telingamu!" pebisnis itu berteriak. "Bicara lebih keras" orang itu berkata "Ada pisang di telinga saya!"
Percuma saja, "Menyerahlah, menyerahlah." aku berkata begitu kepada diri saya sendiri. Katakanlah maksudmu, dan keluarlah dari situ. Dan jika mereka mendapatkan keuntungan, baiklah, jika tidak, ya sudah sayang sekali!.
Jenis Egoisme yang dibenarkan
Pertama saya ingin anda memahami, jika anda ingin benar2 terbangun, adalah jika anda sebenarnya tidak ingin bangun. Langkah pertama untuk bangun adalah sejujurnya mengakui kepada diri sendiri bahwa anda tidak menyukainya.
Anda tidak ingin berbahagia.
Anda mau sedikit tes? Mari kita coba. tes ini hanya akan memakan waktu satu menit saja. Anda bisa menutup mata pada waktu anda melakukannya, atau dengan mata terbuka, Tidak masalah anda memilih yang mana. Pikirkan tentang seseorang yang benar-benar anda cintai, seseorang yang benar-benar dekat dengan anda, seseorang yang berharga bagi anda, dan katakalah kepada orang itu di pikiran anda, "Saya lebih memilih memiliki kebahagiaan daripada memiliki kamu."
Perhatikanlah apa yang terjadi. "Saya lebih memilih untuk berbahagia daripada kamu. Jika saya punya pilihan, tanpa ragu-ragu lagi, saya akan memilih kebahagiaan."
Berapa diantara anda yang merasa egois ketika anda mengatakan hal tersebut?
Banyak kelihatannya. Lihatlah bagaimana kita semua telah dicuci otak? Lihat bagaimana kita telah tercuci otak supaya berpikir, "Egois sekali saya ini?" Tetapi lihatlah siapa yang sebenarnya egois. Bayangkan seseorang berkata kepada anda, "Egois sekali kamu karena kamu lebih memilih kebahagiaan daripada diriku?" Apakah kamu tidak ingin merespon, "Maaf, tetapi egois sekali kamu, kamu menuntut saya lebih memilih dirimu daripada kebahagiaanku sendiri!"
Seorang wanita pernah suatu saat bercerita kepada saya, ketika dia adalah seorang anak kecil, sepupunya yang seorang Jesuit memberikan sebuar retret di Gereja Jesuit di Milwaukee. Dia membuka semua konferensi dengan kata-kata seperti ini: "Ujian dari cinta adalah pengorbanan, dan ukuran dari cinta adalah sifat tidak mementingkan diri sendiri." Bagus sekali! saya bertanya kepadanya, "Maukah kamu jika saya bisa mencintai kamu dengan mengornbankan kebahagiaan saya?" "Mau," Jawabnya. Bukankah itu sangat menggembirakan? bukankah itu sangat indah? dia bersedia mencintai saya dengan mengorbankan kebahagiaanya dan saya akan mencintainya dengan mengorbankan kebahagiaan saya. Jadi sekarang ada dua orang yang tidak berbahagia, tetapi panjang umurlah cinta!.
Pertama saya ingin anda memahami, jika anda ingin benar2 terbangun, adalah jika anda sebenarnya tidak ingin bangun. Langkah pertama untuk bangun adalah sejujurnya mengakui kepada diri sendiri bahwa anda tidak menyukainya.
Anda tidak ingin berbahagia.
Anda mau sedikit tes? Mari kita coba. tes ini hanya akan memakan waktu satu menit saja. Anda bisa menutup mata pada waktu anda melakukannya, atau dengan mata terbuka, Tidak masalah anda memilih yang mana. Pikirkan tentang seseorang yang benar-benar anda cintai, seseorang yang benar-benar dekat dengan anda, seseorang yang berharga bagi anda, dan katakalah kepada orang itu di pikiran anda, "Saya lebih memilih memiliki kebahagiaan daripada memiliki kamu."
Perhatikanlah apa yang terjadi. "Saya lebih memilih untuk berbahagia daripada kamu. Jika saya punya pilihan, tanpa ragu-ragu lagi, saya akan memilih kebahagiaan."
Berapa diantara anda yang merasa egois ketika anda mengatakan hal tersebut?
Banyak kelihatannya. Lihatlah bagaimana kita semua telah dicuci otak? Lihat bagaimana kita telah tercuci otak supaya berpikir, "Egois sekali saya ini?" Tetapi lihatlah siapa yang sebenarnya egois. Bayangkan seseorang berkata kepada anda, "Egois sekali kamu karena kamu lebih memilih kebahagiaan daripada diriku?" Apakah kamu tidak ingin merespon, "Maaf, tetapi egois sekali kamu, kamu menuntut saya lebih memilih dirimu daripada kebahagiaanku sendiri!"
Seorang wanita pernah suatu saat bercerita kepada saya, ketika dia adalah seorang anak kecil, sepupunya yang seorang Jesuit memberikan sebuar retret di Gereja Jesuit di Milwaukee. Dia membuka semua konferensi dengan kata-kata seperti ini: "Ujian dari cinta adalah pengorbanan, dan ukuran dari cinta adalah sifat tidak mementingkan diri sendiri." Bagus sekali! saya bertanya kepadanya, "Maukah kamu jika saya bisa mencintai kamu dengan mengornbankan kebahagiaan saya?" "Mau," Jawabnya. Bukankah itu sangat menggembirakan? bukankah itu sangat indah? dia bersedia mencintai saya dengan mengorbankan kebahagiaanya dan saya akan mencintainya dengan mengorbankan kebahagiaan saya. Jadi sekarang ada dua orang yang tidak berbahagia, tetapi panjang umurlah cinta!.
Tentang Keinginan untuk Berbahagia
Saya telah berkata jika kita tidak ingin berbahagia. Kita menginginkan hal-hal lain, Atau kita taruh kata yang lebih tepat: Kita tidak ingin untuk berbahagia tanpa syarat. Saya siap untuk berbahagia jika saya mempunyai hal ini atau itu. Tetapi ini sebenarnya kata-kata untuk sahabat kita atau Allah kita, atau kepada siapapun juga "Andalah kebahagiaan saya, jika saya tidak memiliki anda, saya menolak untuk berbahagia."
Sangat penting sekali untuk memahaminya. Kita tidak bisa membayangkan menjadi berbahagia tanpa kondisi tersebut. Hal ini sangatlah tepat, Kita tidak bisa memahami bagaimana kita bisa berbahagia tanpa mereka. Kita telah diajar untuk meletakkan kebahagiaan kita didalam mereka.
Jadi inlah hal pertama yang harus kita lakukan untuk dapat menjadi sadar, yang sama saja dengan mengatakan:
Jika kita ingin mencintai, jika kita menginginkan kebebasan, jika kita menginginkan kebahagiaan dan kedamaian dan spiritualitas.
Dalam hal ini spiritualitas adalah hal yang paling praktis di dunia. saya menantang anda semua untuk menyebutkan satu atau banyak hal yang lebih praktis daripada spiritualitas yang telah saya jabarkan--bukan kesalehan ataupun pengabdian, bukan juga Agama, bukan penyembahan, tetapi spiritualitas--Terbangun, Bangun! Lihatlah sakit hati dimana-mana, lihatlah kesepian yang terjadi, lihatlah ketakutan-ketakutan, kekacauan, konflik di hati para manusia, konflik internal, konflik eksternal. Andaikata seseorang memberi anda suatu jalan untuk bisa menghilangkan itu semua? Andaikata seseorang memberi anda jalan untuk menghentikan hal yang benar-benar menghabiskan energi, kesehatan, emosi yang disebabkan oleh konflik-konflik dan kekacauan itu. Maukan anda? Andaikata seseorang menunjukkan jalan dimana kita bisa benar-benar mencintai satu sama lain, dan memperoleh kedamaian, memperoleh kasih. Dapatkan anda memikirkan suatu apapun yang lebih praktis daripada itu?
Tetapi sebaliknya kamu membuat orang berpikir bahwa urusan besar itu lebih praktis, bahwa politik itu lebih praktis, bahwa ilmu pengetahuan itu lebih praktis.
Apakah gunanya mendaratkan orang di bulan jika kita masih belum dapat hidup di dunia ini?
Saya telah berkata jika kita tidak ingin berbahagia. Kita menginginkan hal-hal lain, Atau kita taruh kata yang lebih tepat: Kita tidak ingin untuk berbahagia tanpa syarat. Saya siap untuk berbahagia jika saya mempunyai hal ini atau itu. Tetapi ini sebenarnya kata-kata untuk sahabat kita atau Allah kita, atau kepada siapapun juga "Andalah kebahagiaan saya, jika saya tidak memiliki anda, saya menolak untuk berbahagia."
Sangat penting sekali untuk memahaminya. Kita tidak bisa membayangkan menjadi berbahagia tanpa kondisi tersebut. Hal ini sangatlah tepat, Kita tidak bisa memahami bagaimana kita bisa berbahagia tanpa mereka. Kita telah diajar untuk meletakkan kebahagiaan kita didalam mereka.
Jadi inlah hal pertama yang harus kita lakukan untuk dapat menjadi sadar, yang sama saja dengan mengatakan:
Jika kita ingin mencintai, jika kita menginginkan kebebasan, jika kita menginginkan kebahagiaan dan kedamaian dan spiritualitas.
Dalam hal ini spiritualitas adalah hal yang paling praktis di dunia. saya menantang anda semua untuk menyebutkan satu atau banyak hal yang lebih praktis daripada spiritualitas yang telah saya jabarkan--bukan kesalehan ataupun pengabdian, bukan juga Agama, bukan penyembahan, tetapi spiritualitas--Terbangun, Bangun! Lihatlah sakit hati dimana-mana, lihatlah kesepian yang terjadi, lihatlah ketakutan-ketakutan, kekacauan, konflik di hati para manusia, konflik internal, konflik eksternal. Andaikata seseorang memberi anda suatu jalan untuk bisa menghilangkan itu semua? Andaikata seseorang memberi anda jalan untuk menghentikan hal yang benar-benar menghabiskan energi, kesehatan, emosi yang disebabkan oleh konflik-konflik dan kekacauan itu. Maukan anda? Andaikata seseorang menunjukkan jalan dimana kita bisa benar-benar mencintai satu sama lain, dan memperoleh kedamaian, memperoleh kasih. Dapatkan anda memikirkan suatu apapun yang lebih praktis daripada itu?
Tetapi sebaliknya kamu membuat orang berpikir bahwa urusan besar itu lebih praktis, bahwa politik itu lebih praktis, bahwa ilmu pengetahuan itu lebih praktis.
Apakah gunanya mendaratkan orang di bulan jika kita masih belum dapat hidup di dunia ini?
Apakah Kita Berbicara tentang Psikologi di Kursus Spiritual
ini?
Apakah psikologi lebih praktis daripada spiritualitas? Tidak ada hal yang lebih praktis daripada spiritualitas. Hal apakah yang dapat dilakukan oleh si malang psikolog? Ia hanya dapat meringankan beban. Saya sendiri adalah seorang psikolog, dan saya mempraktekkan psikoterapi, dan saya mengalami konflik yang besar didalam hati saya ketika saya harus memilih antara psikologi dan spiritualitas. Saya bertanya-tanya apakah hal tersebut masuk akal bagi semua orang disini. Hal tersebut tidak masuk akal bagi saya selama bertahun-tahun.
Akan saya jelaskan sekarang. Tidak masuk akal bagi saya selama bertahun-tahun sampai suatu saat tiba-tiba saya menemukan bahwa orang harus harus cukup menderita dahulu didalam hubungan antar manusia, sehingga mereka menyadari ilusi palsu dari hubungan tersebut. Bukankah itu adalah suatu hal yang sangat mengerikan untuk dipikirkan? Mereka harus cukup menderita di dalam hubungan antar manusia sebelum mereka terbangun dan berkata, "Sudah cukup! pasti ada cara untuk hidup yang lebih baik daripada bergantung kepada orang lain." Dan apakah yang telah saya lakukan sebagai seorang psikoterapis? Orang-orang datang kepada saya dengan masalah hubungan mereka, dengan masalah komunikasi mereka dan lain-lain., dan terkadang apa yang saya lakukan menolong, tetapi terkadang, maaf saya katakan, saya tidak membantu, karena hal itu tetap membuat orang tertidur. Mungkin mereka harus menderita sedikit lagi. Mungkin mereka harus menyentuh lantai dasar terbawah dan berkata, "Sudah cukup!" Adalah ketika anda merasa sukup dengan sakit anda anda akan keluar darinya. Kebanyakan orang pergi ke seorang psikiater atau psikolog untuk meringankan beban mereka. Saya ulangi, untuk meringankan beban, bukan untuk menyelesaikannya.
Ada sebuah cerita tentang Johnny kecil yang, menurut orang-orang bermental terbelakang. Tetapi sebenarnya tidak, jika anda menyimak cerita berikut. Johnny mengikuti sebuah kelas mematung di sekolahnya, sebuah SLB (Sekolah Luar Biasa). dia mendapatkan sebongkah plastisin (lilin malam), dia mengambil sebagian kecil dan bermain-main dengan itu. Sang guru mendatangi dia dan berkata "Hai Johnny." dan Johnny menjawab, "Hai." dan guru itu bertanya "Apa yang engkau pegang itu?"
dan Johnny berkata, "Ini adalah sebongkah tahi sapi." Sang guru bertanya lagi, "Apakah yang kamu buat dengan itu?" lalu dia menjawab "Saya sedang membuat seorang guru."
Sang guru berpikir, "Johnny kecil telah mengalami kemunduran." maka dia memanggil pengurus sekolah yang sedang melewati kelas itu, dan berkata, "Johnny telah mengalami kemunduran." maka pengurus itu menghampiri Johnny dan berkata, "Halo." dan Johnny menjawab, "Halo." Pengurus itu bertanya, "Apa itu yang ada di tanganmu?" Johnnypun menjawab, "sebongkah tahi sapi." "Engkau sedang membuat apa?" Johny menjawab, "Seorang pengurus sekolah." Maka sang pengurus berpikir bahwa ini adalah kasus untuk psikolog sekolah. "Antarkan ke psikolog!"
Sang psikolog adalah orang yang pintar. Ia berdiri dan berkata, "Hai." dan psikolog itu berkata, "Aku tahu barang apa yang engkau pegang." "Apa?" "Sebongkah tahi sapi." Johnny menjawab "Benar." "Dan saya tahu apa yang akan engkau buat." "Apa?" "Engkau sedang membuat seorang psikolog." "Salah. tidak cukup tahi sapinya!" Dan mereka menyebut dia terbelakang! Sang psikolog yang malang, mereka melakukan tugas mereka dengan baik. Sungguhlah demikian. Ada saat-saat dimana psikoterapi dapat membantu sekali, karena jika engkau sedang berada di ambang kegilaan, maka anda sedang menjadi salah satu entah orang gila (psychotic) atau seorang ahli kebatinan (mystic), itulah seorang mystic, kebalikan dari orang gila. Apakah anda tahu tanda-tanda bahwa anda telah terbangun? Adalah ketika anda bertanya kepada diri sendiri, "Apakah saya sudah gila, ataukah mereka semua gila?" Sungguhlah demikian adanya. Karena kita semua itu gila, seluruh dunia itu gila. telah terjamin kegilaanya! Satu-satunya alasan kita tidak dikurung dalam rumah sakit jiwa adalah karena terlalu banyak yang gila. Jadi kita semua itu gila. Kita hidup dengan ide-ide gila tentang cinta, tentang hubungan, tentang kebahagiaan ,tentang kegembiraan, tentang semua hal. Kita gila sampai di titik, saya mempercayai jika semua orang menyetujui suatu hal, anda dapat memastikan bahwa hal itu salah! Semua ide baru, semua ide besar, ketika dimulai adalah didalam suatu minoritas satu. Yang disebut Yesus Kristus, minoritas satu. Semua orang mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang Dia katakan. Sang Buddha, minoritas satu. Semua orang mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang Dia katakan. Saya pikir adalah Bertrand Russel yang pernah berkata. "Semua ide besar dimulai sebagai suatu hujatan/penghinaan terhadap Tuhan (blasphemy)." Benar-benar tepat dan akurat. Sekarang engkau akan banyak mendengarkan banyak hujatan dan hinaan. "Dia telah menghujat!" Karena orang-orang itu gila, mereka tidak waras, dan semakin cepat engkau menyadarinya, semakin baik untuk kesehatan mental dan spiritual anda. Jangan percayai mereka. Jangan percayai sahabat anda. Hilangkan ilusi hubungan anda dengan sahabat anda, Mereka sangat cerdas. Demikian juga dengan anda ketika berhubungan dengan orang lain, meskipun anda sendiri tidak menyadarinya. Ah, engkau sangat licik, halus, dan cerdik. Engkau sedang melakukan akting yang hebat. Saya disini sangat tidak memuji bukan? Tetapi saya ulangi: Anda ingin terbangun. Anda sedang melakukan akting besar-besaran. Dan engkau sama sekali tidak menyadarinya. Anda berpikir anda adalah seorang pecinta. Ha! siapakah yang anda cintai? meski pengorbanan dirimu juga memberimu perasaan senang, bukankah demikian? "Saya sedang mengorbankan diri saya! Saya sedang hidup dalam idealisme saya." Tetapi anda mendapatkan sesuatu darinya, bukankah begitu? Anda selalu mendapatkan sesuatu dari semua hal yang engkau lakukan, sampai di saat engkau terbangun.
Jadi itulah semuanya: Langkah pertama. Sadarilah bahwa engkau tidak ingin terbangun, cukup sulit untuk terbangun jika anda telah terhipnotis bahwa selembar kertas koran tua adalah sebuah cek sejuta dolar. Akan sangat sulit untuk memisahkan anda dari selembar kertas koran tersebut.
Apakah psikologi lebih praktis daripada spiritualitas? Tidak ada hal yang lebih praktis daripada spiritualitas. Hal apakah yang dapat dilakukan oleh si malang psikolog? Ia hanya dapat meringankan beban. Saya sendiri adalah seorang psikolog, dan saya mempraktekkan psikoterapi, dan saya mengalami konflik yang besar didalam hati saya ketika saya harus memilih antara psikologi dan spiritualitas. Saya bertanya-tanya apakah hal tersebut masuk akal bagi semua orang disini. Hal tersebut tidak masuk akal bagi saya selama bertahun-tahun.
Akan saya jelaskan sekarang. Tidak masuk akal bagi saya selama bertahun-tahun sampai suatu saat tiba-tiba saya menemukan bahwa orang harus harus cukup menderita dahulu didalam hubungan antar manusia, sehingga mereka menyadari ilusi palsu dari hubungan tersebut. Bukankah itu adalah suatu hal yang sangat mengerikan untuk dipikirkan? Mereka harus cukup menderita di dalam hubungan antar manusia sebelum mereka terbangun dan berkata, "Sudah cukup! pasti ada cara untuk hidup yang lebih baik daripada bergantung kepada orang lain." Dan apakah yang telah saya lakukan sebagai seorang psikoterapis? Orang-orang datang kepada saya dengan masalah hubungan mereka, dengan masalah komunikasi mereka dan lain-lain., dan terkadang apa yang saya lakukan menolong, tetapi terkadang, maaf saya katakan, saya tidak membantu, karena hal itu tetap membuat orang tertidur. Mungkin mereka harus menderita sedikit lagi. Mungkin mereka harus menyentuh lantai dasar terbawah dan berkata, "Sudah cukup!" Adalah ketika anda merasa sukup dengan sakit anda anda akan keluar darinya. Kebanyakan orang pergi ke seorang psikiater atau psikolog untuk meringankan beban mereka. Saya ulangi, untuk meringankan beban, bukan untuk menyelesaikannya.
Ada sebuah cerita tentang Johnny kecil yang, menurut orang-orang bermental terbelakang. Tetapi sebenarnya tidak, jika anda menyimak cerita berikut. Johnny mengikuti sebuah kelas mematung di sekolahnya, sebuah SLB (Sekolah Luar Biasa). dia mendapatkan sebongkah plastisin (lilin malam), dia mengambil sebagian kecil dan bermain-main dengan itu. Sang guru mendatangi dia dan berkata "Hai Johnny." dan Johnny menjawab, "Hai." dan guru itu bertanya "Apa yang engkau pegang itu?"
dan Johnny berkata, "Ini adalah sebongkah tahi sapi." Sang guru bertanya lagi, "Apakah yang kamu buat dengan itu?" lalu dia menjawab "Saya sedang membuat seorang guru."
Sang guru berpikir, "Johnny kecil telah mengalami kemunduran." maka dia memanggil pengurus sekolah yang sedang melewati kelas itu, dan berkata, "Johnny telah mengalami kemunduran." maka pengurus itu menghampiri Johnny dan berkata, "Halo." dan Johnny menjawab, "Halo." Pengurus itu bertanya, "Apa itu yang ada di tanganmu?" Johnnypun menjawab, "sebongkah tahi sapi." "Engkau sedang membuat apa?" Johny menjawab, "Seorang pengurus sekolah." Maka sang pengurus berpikir bahwa ini adalah kasus untuk psikolog sekolah. "Antarkan ke psikolog!"
Sang psikolog adalah orang yang pintar. Ia berdiri dan berkata, "Hai." dan psikolog itu berkata, "Aku tahu barang apa yang engkau pegang." "Apa?" "Sebongkah tahi sapi." Johnny menjawab "Benar." "Dan saya tahu apa yang akan engkau buat." "Apa?" "Engkau sedang membuat seorang psikolog." "Salah. tidak cukup tahi sapinya!" Dan mereka menyebut dia terbelakang! Sang psikolog yang malang, mereka melakukan tugas mereka dengan baik. Sungguhlah demikian. Ada saat-saat dimana psikoterapi dapat membantu sekali, karena jika engkau sedang berada di ambang kegilaan, maka anda sedang menjadi salah satu entah orang gila (psychotic) atau seorang ahli kebatinan (mystic), itulah seorang mystic, kebalikan dari orang gila. Apakah anda tahu tanda-tanda bahwa anda telah terbangun? Adalah ketika anda bertanya kepada diri sendiri, "Apakah saya sudah gila, ataukah mereka semua gila?" Sungguhlah demikian adanya. Karena kita semua itu gila, seluruh dunia itu gila. telah terjamin kegilaanya! Satu-satunya alasan kita tidak dikurung dalam rumah sakit jiwa adalah karena terlalu banyak yang gila. Jadi kita semua itu gila. Kita hidup dengan ide-ide gila tentang cinta, tentang hubungan, tentang kebahagiaan ,tentang kegembiraan, tentang semua hal. Kita gila sampai di titik, saya mempercayai jika semua orang menyetujui suatu hal, anda dapat memastikan bahwa hal itu salah! Semua ide baru, semua ide besar, ketika dimulai adalah didalam suatu minoritas satu. Yang disebut Yesus Kristus, minoritas satu. Semua orang mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang Dia katakan. Sang Buddha, minoritas satu. Semua orang mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang Dia katakan. Saya pikir adalah Bertrand Russel yang pernah berkata. "Semua ide besar dimulai sebagai suatu hujatan/penghinaan terhadap Tuhan (blasphemy)." Benar-benar tepat dan akurat. Sekarang engkau akan banyak mendengarkan banyak hujatan dan hinaan. "Dia telah menghujat!" Karena orang-orang itu gila, mereka tidak waras, dan semakin cepat engkau menyadarinya, semakin baik untuk kesehatan mental dan spiritual anda. Jangan percayai mereka. Jangan percayai sahabat anda. Hilangkan ilusi hubungan anda dengan sahabat anda, Mereka sangat cerdas. Demikian juga dengan anda ketika berhubungan dengan orang lain, meskipun anda sendiri tidak menyadarinya. Ah, engkau sangat licik, halus, dan cerdik. Engkau sedang melakukan akting yang hebat. Saya disini sangat tidak memuji bukan? Tetapi saya ulangi: Anda ingin terbangun. Anda sedang melakukan akting besar-besaran. Dan engkau sama sekali tidak menyadarinya. Anda berpikir anda adalah seorang pecinta. Ha! siapakah yang anda cintai? meski pengorbanan dirimu juga memberimu perasaan senang, bukankah demikian? "Saya sedang mengorbankan diri saya! Saya sedang hidup dalam idealisme saya." Tetapi anda mendapatkan sesuatu darinya, bukankah begitu? Anda selalu mendapatkan sesuatu dari semua hal yang engkau lakukan, sampai di saat engkau terbangun.
Jadi itulah semuanya: Langkah pertama. Sadarilah bahwa engkau tidak ingin terbangun, cukup sulit untuk terbangun jika anda telah terhipnotis bahwa selembar kertas koran tua adalah sebuah cek sejuta dolar. Akan sangat sulit untuk memisahkan anda dari selembar kertas koran tersebut.
Dari Buku Burung Berkicau by Anthony
de Mello SJ
sedikit
selingan. cuplikan cerita dari buku karangan Anthony de Mello SJ
PENJELAJAH
Penjelajah itu pulang ke kampung halamannya. Penduduk ingin tahu segala sesuatu tentang sungai Amazone. Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar seribu satu suara penghuni rimba di waktu malam? Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya, ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung perahu kecilnya melewati arus sungai yang sangat berbahaya?
Ia berkata, 'Pergi dan temukanlah sendiri! Tidak ada yang dapat menggantikan pertaruhan nyawa dan pengalaman pribadi.' Namun sebagai pedoman bagi mereka, ia menggambarkan peta sungai Amazone.
Mereka berpegang pada peta itu. Peta itu dibingkai dan diletakkan di kantor kotapraja. Mereka masing-masing menyalin peta itu. Dan setiap orang yang mempunyai peta, menganggap dirinya seorang ahli tentang sungai Amazone. Sebab, bukankah ia tahu setiap kelokan dan pusaran sungai, berapa lebar dan dalamnya, di mana air mengalir deras dan di mana terdapat air terjun?
Penjelajah itu selama hidupnya menyesalkan peta yang telah dibuatnya. Mungkin lebih baik jika dulu dia tidak menggambarkan apa-apa.
Katanya Buddha tidak pernah mau dipancing untuk berbicara tentang Tuhan.
Rupanya ia menyadari bahaya-bahaya menggambar peta bagi para cendekiawan di masa mendatang.
PENJELAJAH
Penjelajah itu pulang ke kampung halamannya. Penduduk ingin tahu segala sesuatu tentang sungai Amazone. Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar seribu satu suara penghuni rimba di waktu malam? Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya, ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung perahu kecilnya melewati arus sungai yang sangat berbahaya?
Ia berkata, 'Pergi dan temukanlah sendiri! Tidak ada yang dapat menggantikan pertaruhan nyawa dan pengalaman pribadi.' Namun sebagai pedoman bagi mereka, ia menggambarkan peta sungai Amazone.
Mereka berpegang pada peta itu. Peta itu dibingkai dan diletakkan di kantor kotapraja. Mereka masing-masing menyalin peta itu. Dan setiap orang yang mempunyai peta, menganggap dirinya seorang ahli tentang sungai Amazone. Sebab, bukankah ia tahu setiap kelokan dan pusaran sungai, berapa lebar dan dalamnya, di mana air mengalir deras dan di mana terdapat air terjun?
Penjelajah itu selama hidupnya menyesalkan peta yang telah dibuatnya. Mungkin lebih baik jika dulu dia tidak menggambarkan apa-apa.
Katanya Buddha tidak pernah mau dipancing untuk berbicara tentang Tuhan.
Rupanya ia menyadari bahaya-bahaya menggambar peta bagi para cendekiawan di masa mendatang.
Dari Buku Burung Berkicau by Anthony
de Mello SJ
BAIKLAH,
BAIKLAH
Seorang gadis di kampung nelayan hamil di luar nikah, Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang hari di dalam kuil di luar desa.
Orangtua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa. Mereka menghajarnya karena kemunafikannya dan menuntut bahwa ia sebagai bapak anak itu wajib menanggung biaya untuk membesarkannya. Jawaban Guru itu hanyalah, 'Baiklah, baiklah.'
Setelah orang banyak pergi meninggalkannya, ia memungut bayi itu dari lantai. Ia minta supaya seorang ibu dari desa memberi anak itu makan dan pakaian serta merawatnya atas tanggungannya.
Guru itu jatuh namanya. Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.
Ketika peristiwa itu sudah berlalu satu tahun lamanya, gadis yang melahirkan anak itu tidak kuat menyimpan rahasianya lebih lama lagi. Akhirnya ia mengaku, bahwa ia telah berdusta. Ayah anak itu sebetulnya adalah pemuda di sebelah rumahnya. Orangtua si gadis dan para penduduk kampung amat menyesal. Mereka bersembah sujud di kaki Guru untuk mohon maaf dan meminta kembali anak tadi. Guru mengembalikannya dan yang dikatakannya hanyalah: 'Baiklah. Baiklah!'
Orang yang sungguh-sungguh sadar!
Kehilangan nama? Tidak banyak berbeda dengan kehilangan kontrak yang mau ditandatangani dalam mimpi.
Seorang gadis di kampung nelayan hamil di luar nikah, Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang hari di dalam kuil di luar desa.
Orangtua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa. Mereka menghajarnya karena kemunafikannya dan menuntut bahwa ia sebagai bapak anak itu wajib menanggung biaya untuk membesarkannya. Jawaban Guru itu hanyalah, 'Baiklah, baiklah.'
Setelah orang banyak pergi meninggalkannya, ia memungut bayi itu dari lantai. Ia minta supaya seorang ibu dari desa memberi anak itu makan dan pakaian serta merawatnya atas tanggungannya.
Guru itu jatuh namanya. Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.
Ketika peristiwa itu sudah berlalu satu tahun lamanya, gadis yang melahirkan anak itu tidak kuat menyimpan rahasianya lebih lama lagi. Akhirnya ia mengaku, bahwa ia telah berdusta. Ayah anak itu sebetulnya adalah pemuda di sebelah rumahnya. Orangtua si gadis dan para penduduk kampung amat menyesal. Mereka bersembah sujud di kaki Guru untuk mohon maaf dan meminta kembali anak tadi. Guru mengembalikannya dan yang dikatakannya hanyalah: 'Baiklah. Baiklah!'
Orang yang sungguh-sungguh sadar!
Kehilangan nama? Tidak banyak berbeda dengan kehilangan kontrak yang mau ditandatangani dalam mimpi.
Diambil dari buku DOA SANG KATAK 2,
Anthony de Mello SJ
Refleksi
untuk bab 3
GURU DAN MUTIARA
Seorang guru sedang bermeditasi di tepi sungai ketika
seorang murid membungkuk dan meletakkan dua butir mutiara
indah di depan kakinya, sebagai tanda hormat dan baleti.
Guru itu membuka matanya, mengangkat salah satu butir
mutiara itu dan memegangnya sembarangan sehingga mutiara itu
jatuh dan menggelinding masuk ke dalam sungai.
Murid itu menjadi cemas dan segera meloncat masuk ke dalam
sungai. Akan tetapi meskipun ia berkali-kali menyelam sampai
malam, ia tidak berhasil.
Akhirnya dengan pakaian basah kuyup dan badan lelah, ia
membangunkan guru dari meditasinya, "Guru tahu di mana
mutiara itu jatuh. Tunjukkanlah tempatnya supaya saya dapat
mengambilnya lagi dan mengembalikannya kepada guru."
Guru itu mengangkat mutiara yang lain, melemparkannya ke
dalam sungai dan berkata, "Di situ!"
Janganlah mencoba memiliki benda karena benda tidak dapat
sungguh-sungguh dimiliki. Hanya pastikanlah bahwa engkau
tidak dimiliki oleh benda-benda itu, dan engkau akan menjadi
penguasa ciptaan.
GURU DAN MUTIARA
Seorang guru sedang bermeditasi di tepi sungai ketika
seorang murid membungkuk dan meletakkan dua butir mutiara
indah di depan kakinya, sebagai tanda hormat dan baleti.
Guru itu membuka matanya, mengangkat salah satu butir
mutiara itu dan memegangnya sembarangan sehingga mutiara itu
jatuh dan menggelinding masuk ke dalam sungai.
Murid itu menjadi cemas dan segera meloncat masuk ke dalam
sungai. Akan tetapi meskipun ia berkali-kali menyelam sampai
malam, ia tidak berhasil.
Akhirnya dengan pakaian basah kuyup dan badan lelah, ia
membangunkan guru dari meditasinya, "Guru tahu di mana
mutiara itu jatuh. Tunjukkanlah tempatnya supaya saya dapat
mengambilnya lagi dan mengembalikannya kepada guru."
Guru itu mengangkat mutiara yang lain, melemparkannya ke
dalam sungai dan berkata, "Di situ!"
Janganlah mencoba memiliki benda karena benda tidak dapat
sungguh-sungguh dimiliki. Hanya pastikanlah bahwa engkau
tidak dimiliki oleh benda-benda itu, dan engkau akan menjadi
penguasa ciptaan.
Andre
wongso
Tidak ada komentar:
Posting Komentar